1). Teori Kehidupan di Bumi
Kapan bumi mulai ada? Hal itu dapat di ketahui
melalui ilmu fisika dan geologi. Menurut penelitian para ahli fisika dan
geologi dapat diketahui bahwa bumi yang kita tempati ini telah berusia sekitar
2.500 juta tahun. Mengingat usia bumi sudah sangat lama, maka ahli geologi
membuat pembabakan sejarah perkembangannya. Berdasarkan peneelitian tentang
lapisan kulit bumi, diadakan pembabakan jaman sebagai berikut:
Bagan Pembagian Jaman Berdasarkan Geologi
![]() |
a). Jaman Arkaekum atau Azoikum
Jaman ini merupakan jaman tertua dan
diperkirakan berusia sekitar 2.500 juuta tahun. Pada jaman ini keadaan bumi
belum stabil. Bumi masih berupa bola gas panas yang berputar pada porosnya.
Sedangkan kulit bumi masih dalam proses pembentukan.dengan keadaan seperti ini
maka pada jaman ini belum ada tanda-tanda kehidupan.
b). Jaman Paleozoikum
Jaman ini berusia sekitar 340 juta tahun. Pada
jaman ini keadaan bumi masih belum stabil dan masih berubah-ubah. Namun
demikian tanda-tanda kehidupan sudah mulai tampak pada jaman ini, yaitu makhluk
hidup bersewl satu atau mikro organisme. Disamping itu, pada jaman ini sudah
muncul makhluk hidup lainnya sejenis ikan, amphibi, reptil dan lain-lain.
Sehingga jaman ini juga di sebut dengan jaman primer atau jaman pertama.
c). Jaman Mesozoikum
Jaman ini berusia sekitar 140 juta tahun. Pada
jaman ini, kehidupan mengalami perkembanganyang sangat pesat. Makhluk hidup
yang muncul pada jaman ini adalah binatang-bintang dalam bentuk yang sangat
besar, seperti jenis-jenis burung dalam bentuk yang sangat besar. Jaman
Mesozoikum juga disebut dengan jaman sekunder atau jaman kedua.
d). Jaman Neozoikum atau Kainozoikum
Jaman ini berlangsung sekitar60 juta tahun yang
lalu. Pada jaman ini keadaan bumi makin membaik, perubahan cuaca tidak terlalu
besar dan kehidupan mulai berkembang dengan pesat. Jaman ini di bedakan atas
dua macam, yaitu:
1. Jaman Tersier
Pada jaman ini jenis-jenis binatang besar mulai
berkurang dan telah hidup jenis-jenis binatang menyusi yaitu sejenis kera dan
monyet.
2. Jaman Kuarter
Jaman ini berusia sekitar 600.000 tahun yang
lalu. Pada jaman ini mulai muncul dan berkembang tanda-tanda kehidupan manusia
purba. Jaman ini dibedakan atas dua macam,yaitu:
a. Jaman Dilliuvium atau Kala Pleistosin
Jaman ini berlangsung sekitar 600.000 tahun
yang lalu. Jaman ini juga di sebut jaman es, karena es di daerah kutub meluas,
sehingga menutupi sebagian sebesar daratan Eropa Utara, Asia Utara, dan Amerika
Utara. Pada jaman ini temperatur bumi naik dan air laut menjadi turun, jaman
ini disebut jaman glasial. Dan sebaliknya jika temperatur naik, maka es akan mencair
dan permukaan air laut menjadi naik. Jaman ini disebut jaman interglasial.
b. Jaman Alluvium atau kala Holosin
Jaman ini berlangsung kira-kira 20.000 tahun
sampai sekarang. Bagian akhir umur bumi ini merupakan masa terpenting, karena
pada masa ini mulai hidup makhluk manusia yang disebut Homo Sapiens, yang
artinya manusia yang cerdas.
2). Pendapat Para Ahli tentang kehidupan awal
Sebelum jaman es(glasial) wilayah Indonesia
bagian Barat menyatu dengan benua Asia dan wilayah Indonesia bagian Timur menyatu
dengan benua Australia. Tetapi dengan naiknya permukaan air laut akibat
mencairnya es di daerah kutub, wilayah indonesia terpisah dengan daratan Asia
maupun Australia. Bekas daratan Asia yang menjadi dasar lautan disebut paparan
sunda, sedangkan daratan yang menghubungkan Indonesia Timur dengan Australia
disebut paparan Sahul. Perubahan-perubahan tersebut sangat besar pengaruhnya
terhadap perkembangan kehidupan manusia purba di indonesia.
Keberadaan masyarakat awal di kepulauan
indonesia di dukung oleh beberapa teori dan pendapat yang ditemukan oleh para
ahli.teori yang mendukung dikenal dengan nama teori imigrasi. Berikut ini
adalah beberapa pendapat para ahlu yang memberikan petunjuk tentang keberadaan
masyarakat awal di kepulauanIndonesia.
a). Prof. Dr. H. Kern menyatakan bahwa bangsa
Indonesua berasal dari Asia. Teorinya ini di dukung oleh perbandingan bahasa,
sebab bahasa-bahasa yang di pakai di kepulauan
Indonesia,Polinesian,Melanesia,Micronesia, berawal dari satu akar bahasa yang
bernama bahasa Austronesia. Lebih spesifik lagi, kern menyatakan bahwa bangsa
indonesia berasal dari daeerah Campa,Cochin,China dan Kamboja. Menurut kern,
nenek moyang bangsa indonesia mempengaruhu perahu-perahu bercandik untuk menuju
kepulauan Indonesia.
b). Von Heine Geldern berpendapat bahwa bangsa
indonesia berasal dari daerah Asia. Pendapatnya ini di dukung oleh
artefak-artefak(bentuk budaya) yang ditemukan di Indonesia memiliki banyak
persamaan dengan yang di temukan di daratan Asia.
c). Max Muller menyatakan bahwa asal dari
bangsa Indonesia adalah daerah Asia Tenggara. Namun pendapat Max Muller ini
tidak begitu jelas alasannya.0.000 tahun yang lalu. Jaman ini juga di sebut
jaman es, karena es di daerah kutub meluas, sehingga menutupi sebagian sebesar daratan
Eropa Utara, Asia Utara, dan Amerika Utara. Pada jaman ini temperatur bumi naik
dan air laut menjadi turun, jaman ini disebut jaman glasial. Dan sebaliknya
jika temperatur naik, maka es akan mencair dan permukaan air laut menjadi naik.
Jaman ini disebut jaman interglasial.
d). Willem Smith menyatakan dalam penelitiannya
tentang asal-usul bangsa Indonesia melalui penggunaan bahasa oleh bangsa
Indonesia. Willem Smith membagi bangsa-bangsa di Asia atas dasar bahasa yang di
gunakannya,yaitu bangsa yang berbahasa Togon, bangsa yang berbahasa jerman dan
bangsa yang berbaha Austro Asia dan bangsa Indonesia dari daerah Cinta tengah,
bangsa yang berbahasa Austroneisa ini mendiami wilayah Indonesia, Malensia, dan
Polinesia.
e). Prof. Dr. Kroom menyatakan bahwa awal-usul
bangsa Indonesia dari daerah Cinta Tengah, karena pada daerah Cina Tengah
terdapat sumber-sumber sungai besar. Mereka menyebar sampai ke wilayah
Indonesia sekitar tahun 2000 SM sampai tahun 1500 SM.
f). Mayundar menyatakan bahwa bangsa-bangsa
yang berbahasa Austronesia berasal dari india, kemudian menyebar ke Indo-China
terus ke daerah Indonesia dan Pasifik. Pendapat Mayundar ini didukung oleh
penelitiannya berdasarkan bahasa Australia yang merupakan bahasa Muda di India
Timur.
g). Dr. Brandes yang dikirim ke Indonesia
tahin1884 menyatakan bahwa bangsa yang bermukim di kepulauan Indonesia memiliki
banyak persamaan dengan bangsa-bangsa pada daerah-daerah yang membentang dari
sebelah utara pulau Formosa, sebelah barat daerah Madagaskar, sebelah selatan
yaitu tanah Jawa,Bali, sebelah timur sampai ke tepi pantai barat Amerika.
Penyelidikan atau penelitian yang dilakukan oleh Brandes melalui pertandiangan
bahasa.
h). Drs. Moh. Ali menyatakan bahwa bangsa
Indonesia berasal dari saerah Yunan. Pendapat Moh. Ali ini dipengaruhi oleh
pendapat Mens yang berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah
Mongol dan terdesak oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat. Namun menurut Moh. Ali
(untuk memperkuat pendapat itu) menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia
berasal dari hulu-hulu sungai besar di Asia dan kedatangannya di indonesia
secara bergelombang. Gelombang pertama dari tahun 3000SM-1500SM dan gelombang
kedua dari tahun 1500SM-500SM.
i). Prof. Moh. Yamin menentang semua pendapat
yang di temukan oleh para ahli. Moh. Yamin berpendapat vahwa asal bangsa
Indonesia dari daerah indonesia sendiri. Bahkan bangsa-bangsa lain yang ada di
wilayah Asia ada yang berasal dari daerah indonesia. Pendapat Moh. Yamin
didukung oleh suatu pernyataan tentang Blood Und Berden Unchro yang berarti
adalah darah dan tanah bangsa Indonesia berasal dari indonesia sendiri. Ia
menyatakan bahwa fosil dan artefak itu lebih banyak dan lebih lengkap di
temukan di wilayah indonesia dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Asia.
Misalnya dengan penemuan purba sejenis Homo Soloensis, Homo Wajakensis, dan
sebagainya.
Berdasarka pendapat-pendapat dari para ahli
dapat di simpulkan bahwa ada dua hal yang menarik tentang asal-usul bangsa
Indonesia, yaitu:
a). Bangsa indonesia berasal dari daerah
indonesia sendiri. Kesimpulan ini menunjuk pada pendapat yang di kemukakan oleh
Mohammad Yamin yang di dukung dengan penemuan fosil-fosil maupun
artefak-artefak tertua di wilayah indonesia. Dan hasil penemuan itu, muncul
kesimpulan menyebar ke daratan Asia. Selain itu, tidak banyak penemuan fosil
manusia purba di daerah Asia lainnya.
b). Penduduk yang menempati daerah kepulaun
Indonesia beasal dari daratan Asia. Melalui jejak-jejak sejarah yang berhasil
diteliti diketahui bahwa bangsa Indonesia berasal dari daeran Yunan selatan.
Dari daerah Yunan inilah mereka menyebar ke arah selatan hingga sampai di
daerah kepulaun indonesia.
perpindahan itu terjadi antara tahun 1500SM
hingga 500SM dan berlangsung secara bergelmbang. Gerak tujuan dari perpindahan
mereka dari daratan Asia ke pulau-pulau daerah selatan, dan pulau itulah yang
menjadi tanah airnya terakhir.
Pulau-pulau yang berada di daerah selatan
daratan Asia lazim disebut dengan Austronesia (austro=selatan, nesoso=pulau).
Sedangkan bangsa yang mendiami daerah itu disebut bangsa Austrinesia. Bangsa
ini mendiami daerah yang amat luas, yaitu meliputi daerah-daerah yang
membentang antara Madagaskar (sebelah barat) hingga pulau paskah (sebelah
utara) dan Selandia Baru (sebelah selatan).
B. Periodisadi Perkembangan Budaya pada
Masyarakat Awal Indonesia
1. Pembabakan Jaman Prasejarah Indonesia
Adanya pembabakan jaman prasejarah diindonesia
diperlukan untuk memahami kebudayaan manusia yang hidupa pada saat itu.
Peembabakan ini didasrkan atas jenis peralatan atau bendaibenda yang
dipergunakan untuk menopang hidup sehari-hari. Benda-benda peninggalan mereka
yang masih dapat dikenali adalah yang terbuat dari batu dan logam. Adapun benda
dari kayu sudah musnah, kecuali yang telah menjadi fosil kayu. Oleh karena itu,
bahkan masa prasejarah Indonesia terdiri atas jaman batu dan jaman logam.Setiap
jaman batu dan logam memiliki ciri-ciri tersendiri. Misalnya, manusia
menggunakan batu untuk memotong kayu, menghidupkan api atau untuk menunjang
kehidupannya, masyarakat prasejarah mulai menggunakan logam untuk kepentingan
yang sama.
Perubahan dalam cara pembuatan dan menggunakan
dari satu alat ke alat lainnya berlangsung selama ribuan tahun. Perubahan
tersebut bersifat evolusioner atau perubahan yang berlangsung lamnbat.
Untuk sampai pada terciptanya alat dari batu
yang lebih halus, yang diasah, diperlukan waktu ribuan tahun. Oleh karena itu,
para ahli purbakala sepakat untuk membagi-bagi jaman batu ini ke dalam beberapa
jaman berdasarkan kehalusan,bentuk,jenis dan ukuran alat bantu yang di
ciptakannya. Pembagian jaman batu tersebut adalah sebagai berikut:
a). Jaman batu tua (Paleolithikum)
b). Jaman batu tengah (mesolithikum)
c). Jamaan batu muda (Neolithikum)
d). Jaman batu besar(Megalithikum)
2). Perkembangan Budaya pada Masyarakat Awal di
Indonesia
Berdasarkan alat+alat kehidupan yang
dipergunakan,perkembanganbudaya manusia purba yang ada di Indonesia di bedakan
ke dalam beberapa jaman sesuai dengan tingkat peradaban atau dilihat dari
temuan benda-benda kebudayaan.
Secara garis besar, jaman prasejarah indonesia
dibagi ke dalam dua jaman, yauitu jaman batu dan jaman logam.
a). Jaman Batu
Jaman ini masih dibagi dalam beberapa jaman
yakni:
1. Jaman Paleolithikum
Jaman ini juga disebut jaman batu tua.
Ciri-ciri kehidupan manusia pada jaman ini adalah:
a. Peralatan batu yang dibuat masih kasar
bentuknya
b. Belum bertempat tinggal secara
menetap(nomaden)
c. Beramata pencaharian berburu dan
mengumpulkan makanan dari alam (food gathering)
Kebudayaan jaman paleolothikum yang ditemukan
di wilaya Indonesia,dianggap sebagai kebuadayaan tertua di indonesia. Para ahli
purbakala lebih lanjut membedakan kebudayaan jaman paleolithikum menjadi dua,
yaitu kebudayaan pacitan dan kebudayaan ngandong. Hal ini di dasarkan pada
tempat penemuan hasil-hasil kebudayaan tsb.
(1) Kebudayaan Pacitan
Dalam penemuannya pada tahun 1935 di pacitan,
von koenigswald mengemukakan sejumlah alat-alat batu. Alat-alat tsb dinamakan
kapak genggam, yang terkenal juga derngan sebutan kapak perimbas atau chopper.
Alat yang dimaksud berupa kapak,tetapi tidak bertangkai. Kapak ini digunakan
hanya dengan cara menggenggam. Pembuatnnya dilakukan dengan cara memangkas
salah satu sisi batu sampai menajam. Sisi lainnya dibirakan apa adanya sebagai
tempat menggenggam. Diantaranya kapak-kapak yang ditemukan itu, masih ada yang
di buat secara kasar, tergantung dan bagaiman memangkasnya.
Diperkirajkan, kebudayaan pacitan ini berasal
dari masa dan tempat manusia jenis pithencanthropus erectus hidup.(2) Kebudayaan
ngandong
Di daerah Ngandong dan Sidoarjo, dekat Ngawi,
Jatim, di samping kapak genggam, ditemukan alat-alat yang terbuat dari tulang
belulang. Alat semacam ini berfungsi sebagai alat penusuk(belati). Alat ini
digunakan salam usaha mencari makan, seperti berburu binatang, atau menggali
ubi-ubian.
Selai itu ditemukan juga alat-alat
serpih(flakes),yang terbuat dari batu-batu dalam bentuk yang khas. Kemungkinan
besar,alat-alat tesb dibuat oleh Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.2. Jaman
mesolithikum
Jaman ini jug adisebut jaman batu tengah.
Ciri-ciri kehidupan pada jaman ini adalah:
a. Peralatan batu yang digunakan sudak agak
halus buatannya.
b. Mempunyai tempat tinggal agak tetap(semi
nomaden)
c. Mulai belajar menghasilka makanan sendiri
(food producing) dengan mencocok tanamn secara sederhan.
Penyebaran kebudayan mesolithikum hampir merata
diseluruh elosok indonesia. Buktinya terlihat dari hasil penemuan di
daerah-daerah peninggalan yang terbesar di sumatera, jawa , kalimantan, sulawsi
dan flores. Alat-alat dari kebudayaan ini umunya ditemukan di tei dua, yaitu
kebudayaan kjokkenmodinger dan kebudayaan Arabis Sous Roche. Hal ini
berdasarkan pada tempat alat-alat tsb ditemukan.
(1) Kebudayaan Kjokkenmodinger
Kjokkenmodinger merupakan corak istimea dari
jaman Mesolithikum. Kjokkenmodinger adalah samah dapur yang ditemukan di
sepanjang pantai timur pulau sumatera.
Kehidupan masyarakat terutama dari hasil menangkap siut dan kerang.
Kjokkenmodinger diteliti oleh Dr. P. V. Van
stein Callenfels tahun 1925. Ia melakukan penelitian terhada sampah dapur yang
terdiri darikulit kerang dan kulit siput setinggi 7 meter. Sampah dapur dengan
ketinggian seperti itu, tentu mengalami proses yang cukup lama embentukannya
dan mungkin mencapai ratusan bakan ribuan tahun.
Pada tempat itu banyank ditemukan benda-benda
kebudayaan seperti kapak genggam yang jauh berbeda dengan kaak genggam dari
jaman paleolithukum. Kapak genggam dari jaman Mesolithikum ini disebut dengan
nama pebble kapak genggam sumatera (semateralith) sesuai dengan tempat
penemuannya.
Disamping itu, ditemukan juga berbagai
piisan,yakni batu-batu penggiling beserra landasanya. Fungsi alat ini adalah
untuk menggiling makanan. Lantas, dari bercak-bercak merah yang terdaat pada
pipisan itu, mengahaluskan cat merah.Cat ini kemungkinan berfungsi sebagai alat
malukis dinding goa. Dugaan ini terbukti dari penemuan lukisan cap tangan di
beberaa guaigua di Jawa timur dan sulawesi selatan. Fungsi lainnya adalah untuk
dioles pada tubuh untuk menampakkan kesan beran, mengigat warna merah adalah
warna darah.
(2) Kebudayaan Abris Sous Roche
Berbeda dengan kebudayaan Kjokkenmodinger yang
beralokasi di daerah pesisir, keebudayaan arabis sous roche beralokasi di
daerah egunungan. Abris sous rovhe adalah gua yang di pakai sebagai tempat
tinggal. Gua-gua itu sebenarnya lebih menyerupai tempat perlindungan terhadapa
amukan cuaca, binatang buas, musuh. Dia dalam gua itu di dapat banyak
peninggalan kebudayaan dari jaman paleolithikum sampai ke neolithikum. Meskipin
demikian, sebagian besar alat yang ditemukan berasal dari jama mesolithikum.
Adanya alat-alat dari tiga jaman itu
mengisyaratkan bahwa gua-gua didiami manusi prasejarah dalam tempo relatif lama. Adapun alat-alat
yang ditemukan berupa mata panah dari batu,flakes,pipisan,dan alat-alat dari
tulang.
Pada umunya para pakar menduga, pendukung
kebudayaan abris sous roche ini adalah manusia dari ras papua Melanesoid,
tengkorak manusia ras itu yang di temukan di gua lawa,ponorogo,dan di beberapa
gua di daerah lamoncong, sulawesi selatan. Fungsi lainnya adalah untuk dioles
pada tubuh untuk menampakkan kesan beran, mengigat warna merah adalah warna
darah.
(2) Kebudayaan Abris Sous Roche
Berbeda dengan kebudayaan Kjokkenmodinger yang
beralokasi di daerah pesisir, keebudayaan arabis sous roche beralokasi di
daerah egunungan. Abris sous rovhe adalah gua yang di pakai sebagai tempat
tinggal. Gua-gua itu sebenarnya lebih menyerupai tempat perlindungan terhadapa
amukan cuaca, binatang buas, musuh. Dia dalam gua itu di dapat banyak
peninggalan kebudayaan dari jaman paleolithikum sampai sampai ke neolithikum. Meskipin demikian,
sebagian besar alat yang ditemukan berasal dari jama mesolithikum.
Adanya alat-alat dari tiga jaman itu
mengisyaratkan bahwa gua-gua didiami manusi prasejarah dalam tempo relatif
lama. Adapun alat-alat yang ditemukan berupa mata panah dari
batu,flakes,pipisan,dan alat-alat dari tulang.
Pada umunya para pakar menduga, pendukung
kebudayaan abris sous roche ini adalah manusia dari ras papua Melanesoid,
tengkorak manusia ras itu yang di temukan di gua lawa,ponorogo,dan di beberapa
gua di daerah lamoncong, sulawesi selatan.
3. jaman neolithikum
Jaman ini juga di sebut jaman batu muda atau
jaman batu baru. Ciri-ciri pada jaman ini antara lain:
a. Alat-alat kebudayaan yang
di miliki sudah halus dan sempurna
b. Telah mengembangkan system
bercocok tanam menetap
c. Manusia sudah hidup secara
menetap (sedenter)
Pada jaman ini terjadi
revolusi kebudayaan yaitu dari kebudayaan fppd gatehering menjadi food
producing. Teknik bercocok tanam dapat di kembangkan pada jaman ini, karena
manusia telah bertempat tinggal secara menetap.
Peralatan jaman
neolithikum di bagi menjadi dua golongan besar yaitu:
(1) kebudayaan kapak persegi
pemberian nama kapak
persegi diberikan oleh seorang ahli purbakala yang bernama von heine gelder
yang berdasarkan penammpang lintangnya yang berbentuk persegi panjang atau
trapesium. Tangkai itu ada yang di jepit, ada pula yang dikaitkan kepada kapak.
Adanya tangkai ini membuat kapak persegi dapat di gunakan secara efekti dan
tenaga yang di hasilkan lebih kuat.
Penampang kapak persegi
tersedia dalam berbagai ukuran. Yang besar disebut dengan istilah beliung
persegi, fungsinya sebagai cangkul. Sedangkan yang berukuran kecil berfungsi
sebagai mana lazimnya kapak atau sebagai alat pahat.
Selain terbuat dari batu
biasa, ada pula kapak yang terbuat dari batu indah seperti chalcedon. Namun
kapak persegi macam ini tidak digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari.
Kapak persegi berasal dari
daratan asia dan menyebar ke Indonesia melalui jalan barat. Penyebaran
alat-alat jaman prasejarah ini beriringandgn menyebarkan manusia ketika itu.
Menurut pendapat sarjana kern da heine gedern, nenk moyang uindonesia berasal
dari daratan asia. Mula-mula mereka berdiam di yunan9cina selatan) kemudian
pindah keselatan (daerah vietnam). Antara tahun1500-500 SM mereka berpindah
lagi. Geraktujuan perpindahan mereka ke pulau-pulau disebelah selatan daratan
asia atau Australia . nenek moyang kita tadi kemudian disebut dengan bangsa
Austronesia.
Bangsa Austronesia yang
masuk kedalam Indonesia disebut bangsa melayu. Mereka adalah nenek moyang
bangsa Indonesia sekarang.
Bangsa melayu dapat
dibedakan menjadi 2yaitu:
a. bangsa proto melayu
(melayu tua)
b. bangsa deuteron melayu
(melayu muda)
bangsa proto melayu
memiliki kebudayaan yang singkat lebih tinggi dari pada kebudayaan homo sapiens
Indonesia. Kebudayaan inilah yang disebut kebudayaan batu baru atau
neolithikum.kebudayaan kapak persegi dibawa oleh bangsa proto melayu melalui
jalan barat (Malaya-Sumatera)
(2) kebudayaan kapak lonjong
pemberian nama kapak lonjong didasarkan
pada lintangnya yang berbentuk lonjong stsu mu telur. Ujungnya lancp
ditempatkan pada tangkai ujung lainnya diasah sampai tajam. Kapak lonjong
biasanya dipakai untuk keperluan upacara.
Alat-alat daikebudayaan
neolithikum tidak hanya berupa kapak saja. Ada juga barang-barang lain seperti
prhiasan kalung dan gelang. Namun sudah dikenalnya pakaian terbukti dari
penemuan batu pemukul kulit kayu. Prabot ini biasanya di gunaka sebagai alat
masak atau untuk menimpan tulang orang yang sudah meninggal.
Kebudayaan kapak lonjong
dari daratan asia dan menyebar ke indobnesia melalui jalan timur.kebudayaan
kapak lonjong di bawa masuk ke Indonesia oleh bangsa proto melayu melalui jalur
timir ( Filipina- Sulawesi utara).
4. jaman megalitikum
Jamanmegalitikum bias
disebut dengan jaman batu besar, karena pada jaman ini manusia sudah dapat
membuat dan meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu brsar.
Pada zaman ini manusia
sudah meninggalan peercayaan terhadap roh nenek moyang. Manusia mulai percaya
bahwa orang yang sudah meninggal , rohnya akan pergi ke suatu tempat dan
sewaktu waktu rohnya dapat dipanggil untuk memberikan pertolongan.
Peninggalan zaman
megalitikum di bdaerah jawa terdapat didaera besuki. Peninggalan ini berupa
kuburan yang oleh penduduk setempat di sebut pandusha(dolmen yang berisi kubur
vatu dibaawahnya). Di daerah bali juga ditemukan sarcophagus yang mempunyai
peti peti dari besuki dan isinya adalah tulang tulang manusia,barang barang
perunggu, besi dan manik manik.
Benda benda peninggalan
zaman megalithikum hamper dapat ditemukan diseluruh wilayah indonesia antara
lain:
|
|
bentuk
|
Fungsi
|
|
|
Menhir
|
Tugu dari batu tunggal
|
Tanda peringaatan suatu peristiwa atau
sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang
|
Sumatera selatan sulawesi tengah dan
kalimantan
|
|
Dolmen
|
Meja tunggal
|
Tempat meletakan sesaji peti mayat
|
Jawa timur terutama di daera bondowoso
|
|
Sarkofagus atau keranda
|
Peti batu besar berbentuk seperti
patung?lesung dan di neri tutup
|
Kuburan atau peti mayat
|
Bali
|
|
Kubur batu
|
Kuburan dalam tanah sisi samping,alas dan
tutupnya diberi semacam papan dari batu
|
Mengubur mayat
|
Daerah kuningan, jawa barat
|
|
Punden berundak
|
Dari batu yang disused bertingkat, prwarupa
dari candi
|
Pemujaan nenek moyang
|
Lebak sibedug daerah banten
|
|
arca
|
bangunan dari batu yang berbentuk manusia da nada yang berbentuk
binatang
|
Perwujudan roh nenek moyang
|
Sumatera selatan,lampung, jawa tengah da jawa
timur
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar