Menwa
sebagai unit aktifitas bela negara, disamping memahami tentang fungsi
umum Hankam, juga tidak ada salahnya juga mendalami fungsi khusus
pertahanan negara yaitu fungsi Intelijen. Mengapa penting ? Dinamika
pergolakan dan pertikaian dari unsur masyarakat dan atau negara yang
berujung pada penggunaan persenjataan (perang) berawal dari kegiatan
Intelijen..Mari kita lihat kegiatan seorang intelijen itu apa
saja....Begini ceritanya....
Pada umumnya kegiatan intelijen
memiliki tiga fungsi dasar: PENGUMPULAN, ANALISIS dan, ciri yang melekat
pada seluruh proses intelijen adalah KONTRA INTELIJEN.
1. PENGUMPULAN
Pengumpulan merupakan prinsip dasar dari intelijen, yakni upaya untuk
mendapatkan informasi tentang orang, tempat, kejadian dan kegiatan yang
dibutuhkan oleh pemerintah namun tidak dapat diperoleh melalui
sumber-sumber yang terdapat secara luas dalam masyarakat, jalur
diplomatik, maupun melalui kontak kontak lainnya. Tanpa pengumpulan,
intelijen hanyalah merupakan perkiraan belaka.
Sistem pengelolaan pengumpulan digunakan untuk masing-masing dari ketiga metode utama pengumpulan:
a. intelijen manusia yakni informasi yang dikumpulkan oleh manusia
seperti mata-mata, agen, orang dalam, atau diambil dari pembelot,
pengadu, informan, diplomat, pelaku bisnis, pelaku perjalanan dan media,
dan lain-lain;
b. intelijen sinyal terdiri dari data dan
informasi yang dikumpulkan melalui penyadapan radio, radar, atau
pancaran elektronik lainnya termasuk laser, cahaya yang terlihat dan
optik elektronik; dan
c. intelijen gambar yang merupakan data dan
informasi yang dikumpulkan melalui foto, atau teknologi pengambilan
gambar secara elektronik, inframerah, ultra-violet dari darat, angkasa,
ataupun luar angkasa.
Intelijen manusia dapat dipecah lagi menjadi pengumpulan terbuka dan rahasia.
Keterampilan dan teknik intelijen manusia secara rahasia sangat
berbeda dengan yang dibutuhkan untuk pengumpulan intelijen manusia
secara terbuka dan karena itu pengaturan dan tanggungjawabnya juga
berbeda. Demikianpun dalam pengaturan pelaporan dan penyebaran intelijen
yang dikumpulkan melalui setiap metode yang berbeda. Karena kartografi
dan pemetaan sekarang sudah sangat bergantung pada pengambilan gambar
atau pencitraan, maka ada alasan yang cukup kuat untuk memasukkan
pemetaan militer atau yang lainnya ke dalam metode ini.
Secara
teoritis, semua kemampuan pengumpulan harus dilakukan terhadap target
yang sama untuk memastikan konfirmasi fakta yang independen terhadap
hasil yang diperoleh melalui penggunaan satu metode. Karena berbagai
kerumitan dan kebutuhan yang berbeda, ini tidaklah selalu praktis untuk
dilakukan dan terkadang sangatlah mahal.
Jadi sumber terbuka atau
informasi yang tersedia secara publik dibutuhkan untuk mengenali
kesenjangan pengetahuan, mengkonfirmasi bahwa informasi hanya bisa
diperoleh dengan menggunakan metode intelijen tertentu, dan untuk
memastikan bahwa kebutuhan yang ada memang membenarkan penggunaan
kemampuan pengumpulan yang mahal atau beresiko, dan baru sesudah itu
tugas diberikan kepada pengumpul intelijen. Sistem pengumpulan intelijen
tidak boleh digunakan untuk mengumpulkan informasi yang tersedia secara
luas dalam masyarakat. Walaupun mungkin akan terkumpul sebagai produk
sampingan selama pengumpulan intelijen, informasi publik harusnya
didapatkan dengan cara lain tanpa menggunakan cara-cara rahasia.
Kemampuan pengumpulan intelijen yang berbeda-beda seharusnya digunakan
hanya untuk mengumpulkan informasi yang secara masuk akal dapat
ditetapkan atau sebelumnya telah divalidasi sebagai sesuatu yang penting
bagi pembuat kebijakan atau pengguna intelijen. Lebih jauh lagi, biaya
politis yang mungkin ada harus betul-betul diperhitungkan dengan
keuntungan potensialnya. Dengan demikian pejabat kebijakan senior
haruslah terlibat dalam proses ini.
2. ANALISA
Analisa
adalah istilah yang digunakan untuk proses pencocokan, penguraian, dan
evaluasi informasi mentah dan dari berbagai sumber diolah menjadi produk
intelijen: dalam bentuk peringatan dan laporan situasi, analisa,
penilaian, perkiraan, dan kertas briefing.
Analisa dan produksi
sebaiknya dilakukan dalam kedekatan dengan para pengguna produk
intelijen. Dalam mengelola pengumpulan, analisa dapat bertumpu pada
metode-metode pengumpulan untuk menyediakan informasi mentah maupun
olahan untuk dievaluasi dan kemudian membentuk produk agar sesuai dengan
kebutuhan pengguna.
Produk ini harus mencakup apa yang diketahui
(fakta), bagaimana hal itu diketahui (sumber), dasar pertimbangan
(asumsi kunci), dampak dari perubahan dasar pertimbangan (hasil-hasil
alternatif), dan apa yang tetap tidak diketahui.
Tujuan
utamanya adalah untuk meminimalisasi ketidakpastian yang harus dihadapi
oleh para pembuat kebijakan dalam membuat keputusan tentang keamanan
nasional dan kebijakan luar negeri. Analisa juga harus membantu dalam
memaknakan isu-isu yang rumit dan menggugah perhatian ke masalah-masalah
atau ancaman-ancaman yang akan muncul terhadap kepentingan nasional.
Jadi yang penting bukan hanya untuk menentukan apa yang akurat melainkan
juga apa yang relevan untuk kebutuhan pembuat kebijakan.
Kegiatan Intelijen tidak boleh memenuhi permintaan analisa bila
sebelumnya mereka mengetahui bahwa informasi yang didapatkan melalui
intelijen hanya sedikit tingkat relevansinya terhadap analisa
keseluruhan dari subyek tersebut. Mereka juga tidak boleh menerima
permintaan analisa ketika hal itu dapat dicapai menggunakan
sumber-sumber publik yang tersedia kecuali bila para analis atau badan
intelijen tersebut dapat memberikan bobot tambahan yang signifikan
terhadap analisa materi dari sumber-sumber terbuka.
Perihal
Kontra Intelijen, tidak dapat disajikan dalam rubrik ini karena lebih
banyak menyangkut strategi dan teknik yang setiap badan-badan intelijen
memiliki cirikhas masing-masing dan tentu juga RAHASIA. Nah jika ingin
lebih mengetahuinya..ya..silakan menjadi agen-agen intelijen...pasti di
ajarkan...Tks.
Sumber:https://www.facebook.com/groups/265583266792422/permalink/710008199016591/
Pada umumnya kegiatan intelijen memiliki tiga fungsi dasar: PENGUMPULAN, ANALISIS dan, ciri yang melekat pada seluruh proses intelijen adalah KONTRA INTELIJEN.
1. PENGUMPULAN
Pengumpulan merupakan prinsip dasar dari intelijen, yakni upaya untuk mendapatkan informasi tentang orang, tempat, kejadian dan kegiatan yang dibutuhkan oleh pemerintah namun tidak dapat diperoleh melalui sumber-sumber yang terdapat secara luas dalam masyarakat, jalur diplomatik, maupun melalui kontak kontak lainnya. Tanpa pengumpulan, intelijen hanyalah merupakan perkiraan belaka.
Sistem pengelolaan pengumpulan digunakan untuk masing-masing dari ketiga metode utama pengumpulan:
a. intelijen manusia yakni informasi yang dikumpulkan oleh manusia seperti mata-mata, agen, orang dalam, atau diambil dari pembelot, pengadu, informan, diplomat, pelaku bisnis, pelaku perjalanan dan media, dan lain-lain;
b. intelijen sinyal terdiri dari data dan informasi yang dikumpulkan melalui penyadapan radio, radar, atau pancaran elektronik lainnya termasuk laser, cahaya yang terlihat dan optik elektronik; dan
c. intelijen gambar yang merupakan data dan informasi yang dikumpulkan melalui foto, atau teknologi pengambilan gambar secara elektronik, inframerah, ultra-violet dari darat, angkasa, ataupun luar angkasa.
Intelijen manusia dapat dipecah lagi menjadi pengumpulan terbuka dan rahasia.
Keterampilan dan teknik intelijen manusia secara rahasia sangat berbeda dengan yang dibutuhkan untuk pengumpulan intelijen manusia secara terbuka dan karena itu pengaturan dan tanggungjawabnya juga berbeda. Demikianpun dalam pengaturan pelaporan dan penyebaran intelijen yang dikumpulkan melalui setiap metode yang berbeda. Karena kartografi dan pemetaan sekarang sudah sangat bergantung pada pengambilan gambar atau pencitraan, maka ada alasan yang cukup kuat untuk memasukkan pemetaan militer atau yang lainnya ke dalam metode ini.
Secara teoritis, semua kemampuan pengumpulan harus dilakukan terhadap target yang sama untuk memastikan konfirmasi fakta yang independen terhadap hasil yang diperoleh melalui penggunaan satu metode. Karena berbagai kerumitan dan kebutuhan yang berbeda, ini tidaklah selalu praktis untuk dilakukan dan terkadang sangatlah mahal.
Jadi sumber terbuka atau informasi yang tersedia secara publik dibutuhkan untuk mengenali kesenjangan pengetahuan, mengkonfirmasi bahwa informasi hanya bisa diperoleh dengan menggunakan metode intelijen tertentu, dan untuk memastikan bahwa kebutuhan yang ada memang membenarkan penggunaan kemampuan pengumpulan yang mahal atau beresiko, dan baru sesudah itu tugas diberikan kepada pengumpul intelijen. Sistem pengumpulan intelijen tidak boleh digunakan untuk mengumpulkan informasi yang tersedia secara luas dalam masyarakat. Walaupun mungkin akan terkumpul sebagai produk sampingan selama pengumpulan intelijen, informasi publik harusnya didapatkan dengan cara lain tanpa menggunakan cara-cara rahasia.
Kemampuan pengumpulan intelijen yang berbeda-beda seharusnya digunakan hanya untuk mengumpulkan informasi yang secara masuk akal dapat ditetapkan atau sebelumnya telah divalidasi sebagai sesuatu yang penting bagi pembuat kebijakan atau pengguna intelijen. Lebih jauh lagi, biaya politis yang mungkin ada harus betul-betul diperhitungkan dengan keuntungan potensialnya. Dengan demikian pejabat kebijakan senior haruslah terlibat dalam proses ini.
2. ANALISA
Analisa adalah istilah yang digunakan untuk proses pencocokan, penguraian, dan evaluasi informasi mentah dan dari berbagai sumber diolah menjadi produk intelijen: dalam bentuk peringatan dan laporan situasi, analisa, penilaian, perkiraan, dan kertas briefing.
Analisa dan produksi sebaiknya dilakukan dalam kedekatan dengan para pengguna produk intelijen. Dalam mengelola pengumpulan, analisa dapat bertumpu pada metode-metode pengumpulan untuk menyediakan informasi mentah maupun olahan untuk dievaluasi dan kemudian membentuk produk agar sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Produk ini harus mencakup apa yang diketahui (fakta), bagaimana hal itu diketahui (sumber), dasar pertimbangan (asumsi kunci), dampak dari perubahan dasar pertimbangan (hasil-hasil alternatif), dan apa yang tetap tidak diketahui.
Tujuan utamanya adalah untuk meminimalisasi ketidakpastian yang harus dihadapi oleh para pembuat kebijakan dalam membuat keputusan tentang keamanan nasional dan kebijakan luar negeri. Analisa juga harus membantu dalam memaknakan isu-isu yang rumit dan menggugah perhatian ke masalah-masalah atau ancaman-ancaman yang akan muncul terhadap kepentingan nasional. Jadi yang penting bukan hanya untuk menentukan apa yang akurat melainkan juga apa yang relevan untuk kebutuhan pembuat kebijakan.
Kegiatan Intelijen tidak boleh memenuhi permintaan analisa bila sebelumnya mereka mengetahui bahwa informasi yang didapatkan melalui intelijen hanya sedikit tingkat relevansinya terhadap analisa keseluruhan dari subyek tersebut. Mereka juga tidak boleh menerima permintaan analisa ketika hal itu dapat dicapai menggunakan sumber-sumber publik yang tersedia kecuali bila para analis atau badan intelijen tersebut dapat memberikan bobot tambahan yang signifikan terhadap analisa materi dari sumber-sumber terbuka.
Perihal Kontra Intelijen, tidak dapat disajikan dalam rubrik ini karena lebih banyak menyangkut strategi dan teknik yang setiap badan-badan intelijen memiliki cirikhas masing-masing dan tentu juga RAHASIA. Nah jika ingin lebih mengetahuinya..ya..silakan menjadi agen-agen intelijen...pasti di ajarkan...Tks.

waduh, mantap tulisannnya...
BalasHapusHarrah's Casino - MapYRO
BalasHapusFind Harrah's 목포 출장샵 Casino, 포천 출장샵 Las Vegas, Nevada, 제주 출장안마 United 부천 출장안마 States, 창원 출장마사지 ratings, photos, prices, expert advice, traveler reviews and tips, and more information.